Alun-alun Kota Semarang Kembali Dengan Design Modern

sumber: Blog Tiket.com
Alun-alun Semarang yang memiliki luas 9,184 hektare ini kembali dengan tampilan yang lebih modern dan pastinya segera bisa dinikmati oleh warga Semarang maupun wisatawan yang datang. Alun-alun ini berada di kawasan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah.

Sebelum dijadilan alun-alun yang tampil modern ini, dahulunya kawasan tersebut dijadikan sebagai pasar. Namun, difungsikan kembali menjadi alun-alun kota yang dikenal dengan alun-alun Reborn.

Saat ini pembangunan sudah memasuki tahap akhir, tinggal menunggu untuk diresmikan oleh Pemerintah Kota Semarang. Sayangnya, masyarakat sekitar belum banyak yang mengetahui tentang alun-alun ini.

“Jujur saya tidak mengehahui bahwa Alun-alun Kota Semarang berada di sini, saya kiranya Alun-alun Kota Semarang itu di simpang lima sana,” ujar Rizka, dilansir dari Ayosemarang.com, pada Selasa (4/2/2020).


Tanggapan juga datang dari masyarakat sekitar lainnya, Firman, berharap dengan adanya Alun-alun Kota Semarang ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung di Kota Semarang dan bisa membantu meningkatkan perekonomian pedagang maupun warga sekitar.

“Menurut saya dengan renovasi ini bisa menambah wisata di Kota Semarang dan alun-alun ini perlu dirawat secara berkala, supaya tidak mudah rusak dan lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Firman.

Sementara itu, Suranto, seorang penjual tas di sekitar pasar Johar, turut senang dengan adanya alun-alun ‘Reborn’ ini.

“Kalau sudah dibuka, anak-anak pasti kan main ke sini. Ya semoga bisa menambah pendapatan saya,” ujar Suranto. 

Dari sudut kanan, Alun-alun Kota Semarang yang sekarang lebih modern terlihat nampak rapi. Ruang publik yang dibuat bertingkat mengelilingi hamparan rumput itu cocok untuk bersantai. Sisi luar nampak lantai tegel dengan garis yang difungsikan sebagai saf untuk salat berjamaah. Alun-alun itu juga dilengkapi dengan basement untuk parkir motor.


Sumber: Ayosemarang.com

Comments

Popular posts from this blog

Jokowi Membangun Prioritas untuk Menekankan Infrastruktur

Kabar Hoaks di Jerman di Denda Rp7,5 Miliar Setiap Satu Kabar

Fakhri Husaini Masih Mencari Posisi Kiper Untuk Timnas U-19