Dua Masjid di Selandia Baru Terjadi Penembakan Massal



Di Central Christchurch, Selandia Baru terjadi tragedi penembakan massal di dua masjid. Tragedi ini memakan banyak korban setidaknya 49 orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka yang menyerang jemaah shalat Jumat, pada Masjid Al-Noor orang tewas sebanyak 30 dan 10 orang tewas di Masjid Linwood.

Saat mengidentifikasi pelaku merupakan pria berkulit putih asal Australia bernama Brento Tarrant yang berusia 28 tahun.

"Kami meyakini bahwa 40 orang kehilangan nyawanya dalam tindak kekerasan ekstrim ini," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Reuters, Jumat (15/3).

"Sudah jelas bahwa hal ini hanya bisa dideskripsikan sebagai serangan teroris," lanjutnya.

Ardern menambahkan saat ini Selandia Baru memberlakukan tingkat keamanan tertinggi.

"Ini adalah salah satu hari paling gelap di Selandia Baru," katanya lagi.

Dalam insiden ini beredar rekaman video live streaming berdurasi 17 menit yang diunggah oleh pelaku. Video tersebut memperlihatkan momen-momen pelaku melancarkan aksinya hingga selesai - terlihat pula para korban yang terbaring atau meringkuk di lantai masjid.

"Dia punya senjata besar, dia datang dan mulai menembak semua orang di masjid, di mana-mana," kata saksi bernama Ahmad Al-Mahmoud. Dia mengatakan dia dan yang lainnya melarikan diri dengan mendobrak pintu kaca.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan empat orang telah ditahan - tiga pria dan seorang wanita.

Di tempat lain, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa salah seorang yang ditahan adalah warga Australia.


Selain penembakan, polisi juga menemukan bom rakitan di lokasi kejadian, kini bom tersebut telah berhasil dijinakkan.













Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Jokowi Membangun Prioritas untuk Menekankan Infrastruktur

Kabar Hoaks di Jerman di Denda Rp7,5 Miliar Setiap Satu Kabar

Fakhri Husaini Masih Mencari Posisi Kiper Untuk Timnas U-19